Search This Blog

Menjalani Hidup

Banyak dari kita menjalani hidup ini bagaikan robot.
  • Ketika lapar atau haus, programnya makan dan minum.
  • Ketika ngantuk, programnya tidur.
  • Ketika tersinggung egonya, programnya marah.
  • Ketika senang, misalnya dapat banyak harta, programnya tertawa terbahak-bahak.
  • Ketika sakit atau susah, programnya mengeluh
  • Ketika sedih programnya berhura-hura mencari penghiburan

Menurut para bijaksana, menjalani hidup membutuhkan kebijaksanaan. Kita perlu belajar menikmati makan dan minum sebagai upaya menyayangi tubuh kita dan memelihara tingkat energi kita supaya dapat beraktivitas.
Belajar terus-menerus mengistirahatkan pikiran dan tubuh agar keseimbangan terus terjaga. Bila kita percaya pada kemampuan diri dan mengenal diri sebagai insan yang serba terbatas, tidaklah perlu merasa tersinggung apalagi marah. Emosi adalah energi yang bergerak, perlu diarahkan secara bijaksana.
Tertawa adalah obat yang paling baik, jadi senang atau susah, rekening bank digit 5 atau 15 selalu tertawa gembira dan bersyukur. Kalau sulit tertawa belajarlah Laughter Yoga ciptaan Dr. Madan Katarina. 90% penyakit yang dialami manusia katanya disebabkan pikiran, kalau begitu, waspadai cara berpikir kita yuk. Selebihnya sakit memberi kita kesempatan memahami artinya sehat. Naiknya suhu tubuh mungkin saja karena diperlukan untuk melawan kuman yang terlanjur merasuk, batuk mungkin bertujuan mengeluarkan virus dan muntaber adalah detoks. Sedih, kecewa, janganlah membuat kita patah hati. Sadari setiap saat perasaan atau emosi kita dan rawatlah. Pesan guruku: Terima apa adanya, alirkan dan senyum...Dengan demikian kita semua tidak perlu lagi takut mengalami kesedihan dan tidak perlu mencari penghiburan-penghiburan sesaat. Dan bila sudah menjalani semua nasihat para guru bijaksana, selalulah ingat, semuanya akan berlalu, begitu pula kehidupan yang bersama kita, akan berlalu juga. Hanya dengan melepaskan genggaman atau cengkraman tangan kita dapat rileks. Semoga setiap saat Tuhan mendapati kita siap memenuhi panggilan pulang.

No comments:

Post a Comment