Search This Blog

Asal Tahu Cara Merancang Masa Depan

Tentu saja para guru tidak mengawur ketika berkata: Hiduplah di saat ini saja. Hidup dan sadari setiap helaan nafas. Tetapi mereka juga mengatakan: Jangan merisaukan masa depan atau menyesalkan masa lalu.

Jangan merisaukan secara linguistik bukan berarti tidak perlu merancang masa depan. Setelah hidup lebih dari setengah abad, saya pun menyadari betapa sia-sia merisaukan masa depan. Lalu saya belajar dari guru-guru NLP dan terbukalah mata pemahaman saya sehingga saya dapat membuka suara bertanya: APA YANG BENAR-BENAR SAYA INGINKAN?
Perlu puluhan tahun untuk menyadari—sungguh-sungguh menyadari, bahwa yang kuinginkan hanyalah kegiatan atau melakukan suatu kegiatan yang membahagiakan. Ternyata bukan memiliki yang dapat membuat aku bahagia.
Saya tidak hendak bertanya: Apa yang benar-benar Anda (pembaca tulisan saya ini) inginkan, tapi saya akan berbagi apa yang saya sungguh-sungguh inginkan agar Anda mengerti maksud saya membuat tulisan ini.
Semisal saya ingin—benar-benar ingin, menyelenggarakan beberap kelas pelatihan publik sepanjang tahun depan dan dengan jumlah peserta sekitar 20 orang perkelas. Saya akan menyusun resolusi ini dengan memanfaatkan NeuroLogical Levels.
Saya mulai dengan melakukan—level perilaku—persiapan dan hal-hal lain yang perlu saya lakukan. Tentunya Anda sepaham bahwa level lingkungan, waktu dan tempat telah kita tetapkan.
Menyusun jadwal:
1.     NLP Practitioner Certification: Maret 2-4 dan  9-11. Desember 7-9 dan 14-16.
2.     NLP Master Practitioner Certification: Oktober 6-7; 13-14;20-21; dan 27-28 (4 kali akhir pekan)
3.     Advanced NLP Communication Skill: April 18-19
4.     Advanced NLP Leadership Skill: Juli 18-19
5.     GENIUS Coaching Skill: Augustus 8-9
6.     Advanced NLP Technical Presentation Skill: September 5-6
7.     Advanced NLP Negotiation Skills: Oktober 17-18
Untuk menindaklanjutinya saya membutuhkan kapabilitas yang mumpuni. Saya harus memiliki pengetahuan dan keterampilan atau menguasai topik-topik tersebut di atas. Saya memang telah berpengalaman berpuluh tahun, saya memang telah tersertifikasi sebagai Master NLP Trainer dan sertifikasi-sertifikasi lainnya, namun saya juga perlu terus-menerus meningkatkan pengetahuan serta berlatih. Karena itu saya telah mengagendakan pula untuk berpartisipasi dalam beberapa workshop dan menghadiri NLP International Conference serta membaca puluhan buku, ratusan artikel, menonton beratus video demo dan  mendengarkan audio book setiap terdapat kesempatan.
Pertanyaan maha penting saya berikutnya adalah: MENGAPA saya ingin menyelenggarakan workshop tersebut di atas? MENGAPA berhubungan erat dengan nilai-nilai dan sistem keyakinan. Kalau saya tidak bisa memberikan jawaban yang presisi saya tidak akan menemukan motivasi yang saya butuhkan. Jawaban saya adalah: Pertama saya merasa bahagia melakukan aktivitas-aktivitas mengajar atau melatih peserta. Kedua saya meyakini pentingnya berbagi ilmu pengetahuan, sebab hal ini penting tidak hanya bagi orang-orang yang datang ke kelas saya, tetapi lebih penting lagi bagi saya sendiri sebagai upaya pengembangan diri berkelanjutan. Terakhir: Melatih kaum profesional adalah karier dan pekerjaan saya.
Jawaban atas pertanyaan di atas membantu saya menghaluskan sensasi identitas; semakin mengakrabkan jati diri. Saya adalah seorang trainer sukses. Sukses dalam arti saya berhasil melaksanakan rencana-rencana, menuaikan tugas di bidang profesi yang saya tekuni.  Bilamana seseorang merasa sukses dan bahagia, ia akan semakin mudah pula berbagi. Saya pun berharap demikian, sehingga saya dapat menjawab pertanyaan level spiritual: what else, who else? Dengan menimba pengalaman dari kelas-kelas pelatihan, saya dapat meningkatkan kualitas diri sehingga saya dapat melatih semakin baik. Saya dapat menulis semakin baik dan memberdayakan semakin banyak orang. Tentu saja kesuksesan saya melatih akan berdampak pada kesuksesan keuangan dan dengan demikian juga memungkinkan saya berbagi lebih banyak serta menjangkau lebih luas.
Sesuai dengan filosofi “hidup untuk saat ini saja, tidak menyesalkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan”, berarti saya akan menikmati setiap langkah, setiap proses dengan penuh kegembiraan. Apapun hasilnya, saya sadar saya telah melakukan yang terbaik. Saya seperti orang yang sedang bersepeda, terus mengayuh, waspada dan sadar. Jika sesekali saya menoleh ke belakang, bukan berarti saya sedang mandek mencapai tujuan, melainkan untuk mendapatkan hikmah kebijaksanaan.
Harapan saya cara merancang resolusi di atas boleh menginspirasi siapa saja yang membaca tulisan ini dan resolusi Anda tidak harus berdebu di dalam laci dan baru kembali 365 hari kemudian.

No comments:

Post a Comment