NLP dapat diaplikasikan pada hampir semua aspek
pengembangan diri dan pengembangan
Sumber Daya Manusia (SDM) seperti penjualan, negosiasi, public speaking, manajerial/supervisory dan beberapa contoh workshop yang sering dijalankan di perusahaan klien adalah:
Business people, Entrepreneur and Professional
“Presenting Magically with NLP”®
========
Presenting magically berarti Anda mampu membuat audien Anda—satu ataupun 1000 orang—memahami pesan yang Anda sampaikan dan merespon sesuai dengan keinginan/harapan Anda.
========
Workshop dua hari ini dirancang khusus untuk memberikan pelatihan berkualitas bagi para business people atau profesional yang perlu menyampaikan presentasi di depan audien dengan berbagai tujuan. Melatih Anda menggunakan “gestur dan tubuh serta suara” Anda sebagai alat untuk menyampaikan pesan/informasi, membujuk atau meminta respon tertentu dari audien Anda.
Target Workshop
- Membangun mentalitas seorang pembicara sehingga peserta akan menikmati berbicara di depan umum.
- Menguasai bahasa tubuh dan suara sebagai alat untuk melakukan rapport dan membuat peserta menjadi peserta yang disukai oleh audien.
- Membentuk Perilaku Baru seorang pembicara excellent.
- Menguasai teknik-teknik presentasi publik, memimpin rapat, presentasi penjualan dan lain-lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta masing-masing. Menguasai teknik-teknik dan pengetahuan visual aids seperti Power Point dan alat bantu visual lainnya.
Outline Workshop:
Workshop dibagi menjadi 4 sesi dengan cara penyampaian interaktif (30% penjelasan dan 70% praktek berkelompok atau peer). Seluruh proses praktek menggunakan pendekatan coaching dan learning by doing sehingga pada gilirannya dapat men-coach orang lain atau anggota tim.
Sesi 1: Membangun Mentalitas Pembicara Publik
Ketahui kekurangan-kekurangan dan bangun mentalitas pembicara dengan menggunakan teknik-teknik NLP. Pada sesi ini peserta akan mempresentasikan di depan kelas (dan direkam dengan video) satu topik yang dipilihnya untuk mendapatkan masukan apa yang dapat ditingkatkan sehingga dirinya dapat menjadi pembicara yang efektif.
Sesi 2: Membangun Rapport dengan Audien
Memahami preferensi audien akan menjadikan Anda seorang pembicara yang efektif, sebab itu Anda perlu mempelajari bagaimana memanfaatkan NLP preferensi sistem, yakni visual, auditory dan kinesthetic untuk terhubung dengan audien Anda. Pada sesi ini peserta pelatihan juga akan belajar cara cepat membangun rapport dengan audien—satu orang ataupun ribuan jumlahnya dengan teknik-teknik NLP yang telah dikenal keefektifannya selama lebih dari 30 tahun. Rapport yang terbangun dengan baik tentu saja dapat memudahkan Anda menyampaikan pesan-pesan dan mendapatkan respon yang diharapkan dalam suatu pembicaraan. Anda akan mampu menghibur dan menarik hati dengan humor yang cerdas, atau membujuk hingga mendidik pendengar Anda.
Sesi 3: Membangun Perilaku dan Keterampilan Berbicara Publik
Peserta akan membangun perilaku dan keterampilan yang tepat berbicara di depan umum termasuk memanfaatkan visual aids seperti Power Point. Sangat penting diketahui bahwa dengan NLP peserta dapat menggunakan pendekatan radikal yang disebut visualisasi untuk membentuk perilaku yang tepat ketika sedang berbicara di depan umum dan melakukan gladi resik mental sehingga akan selalu menjadi pembicara yang siap setiap saat.
Sesi 4: Praktek
Setelah sukses membangun mentalitas, bahasa tubuh dan teknik-teknik yang tepat untuk berbicara di depan umum, peserta akan mampu mempersiapkan visual aids (seperti Power Point), menggunakan bahasa tubuh, gestur dan suara untuk memukau pendengar atau audien. Keberhasilan peserta akan terukur pada presentasi kedua kali ini.