Labels

Search This Blog

Showing posts with label CERDAS KEUANGAN. Show all posts
Showing posts with label CERDAS KEUANGAN. Show all posts

Langkah Pertama Mencapai Financial Freedom



Mengapa Sulit Menjadi Kaya?
Apa reaksi Anda mendengar pertanyaan di atas? Sebagian orang akan cepat-cepat menjawab: “Nasib!”
Apapun pendapat Anda, namun setelah saya merenungkan cukup lama sebelum menulis artikel ini saya menduga penyebab sulitnya menjadi kaya dikarenakan orang sulit menabung.
Begitu sederhana? Yang benar saja!

Akuntansi 101 Modal Usaha


Beberapa hari yang lalu, saya membuat pooling pendapat: Apakah Anda setuju berbisnis tidak dibutuhkan modal? Menarik sekali: Mayoritas (82%) responden menjawab: Kurang setuju. Hanya beberapa yang menjawab sangat setuju (12%) dan 6% menjawab tidak setuju.

Akuntansi 101 Margin

Image: Courtesy Google user

Bagian Sebelumnya Yang Harus Dibaca

DEFINISI:
Menurut KBBI margin berarti tepi; pinggiran; batas. Dalam bidang ekonomi sebutan margin perlu diberikan predikat, misalnya: margin kotor adalah laba kotor. Margin penjualan adalah: jumlah pendapatan penjualan suatu satuan barang atau jasa dikurangi jumlah biaya produksi tidak tetap (variable cost) dan biaya tidak tetap yang lain. Margin juga dapat berarti deposit atau uang muka yang dibayarkan oleh investor dengan atau tanpa makelar yang merupakan pembayaran sebagian atas harga beli saham atau komoditas. 

Asuransi Jiwa dan Kesehatan


Seorang dosen yang seumur hidupnya sangat idealis di hari tuanya tentu saja tidak memiliki tabungan dan juga tidak pernah membeli asuransi kesehatan. Hal ini dipandang wajar oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih berjiwa gotong-royong. Buktinya, pak dosen jatuh sakit cukup serius dan membutuhkan perawatan intensif. Dana tidak tersedia, keluarga dekat juga tidak punya, yang paling dekat ya pemilik kos di mana ia tinggal selama puluhan tahun. Ibu kos inilah yang kemudian menghubungi beberapa mantan mahasiswa pak dosen dan mereka mulai menggalang dana supaya pak dosen mendapatkan perawatan. Syukurlah, dengan adanya sosial media, penggalangan dana ini dapat berjalan cepat dan lancar.

Akuntansi 101 Omzet

Image: Courtesy google user

DEFINISI OMZET:
Untuk sementara mari kita terima terlebih dahulu, bahwa definisi omzet—menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), adalah jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu masa jual.

Menurut hemat saya, penjualan seharusnya tidak terbatas pada barang (dagangan) saja, melainkan juga harus dimasukkan penjualan jasa. Sebagai contoh: Sonny seorang penulis bebas mendapatkan omzet Rp 500 ribu selama bulan Mei.

Tips Mengelola Uang Gaji

Perilaku Boros dan Perilaku Hemat
Besar pasak daripada tiang.
Andy dan Ahkmad sama-sama bekerja pada sebuah biro akuntansi internasional ternama. Andy adalah manager audit yang menerima gaji dan paket remunerasi yang berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 75 juta perbulan. Sedangkan Akhmad adalah office boy yang menerima UMR, uang makan dan transportasi serta uang lembur yang berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

Laporan Keuangan Untuk Usaha Perorangan Dan Usaha Kecil

Mengapa harus membuat laporan keuangan, toh yang punya uang saya sendiri dan yang mengelolanya atau yang menjalankan bisnis juga hanya saya seorang? Barangkali itulah pertanyaan yang muncul di pikiran Anda begitu ada yang mengusulkan agar membuat laporan keuangan?
Memang betul semua uang yang digunakan adalah uang Anda sendiri dan tidak ada yang akan meminta pertanggungjawabannya, namun ada beberapa alasan di balik pentingnya menyelenggarakan pembukuan dan membuat laporan keuangan.

Mengapa Anda Perlu Atau Tidak Perlu Berhutang?


Peringatan! 

Tulisan ini bukan iklan kartu kredit atau penawaran hutang! Selama ini sudah banyak pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab membagikannya di situs atau blog mereka sendiri, seolah-olah mereka menyukainya padahal menebengkan tawaran berhutang. Jangan percaya itu. Silakan menghubungi saya melalui email erni.julia@gmail.com jika ingin mendapatkan kejelasan dan konsultasi mengelola kartu kredit atau masalah keuangan lainnya.

Kartini dan Peran Perempuan Dalam Perencanaan Keuangan Keluarga

Setiap tahun, pada tanggal 21 April sejak tahun 1946, perempuan Indonesia merayakannya sebagai hari Kartini.  Suatu ironi yang tak pernah disadari oleh perempuan Indonesia bahwa “merayakan” hanya sesuai diperuntukkan pada hari-hari raya seperti Tahun Baru. Tetapi ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita sejak dari waktu ke waktu memperingati perjuangan emansipasi dengan memamerkan kemewahan kebaya mereka beserta pernak-perniknya. Sedangkan perempuan yang tidak seberuntung mereka secara ekonomi, tanpa banyak keluh-kesah mengenakan kain dan kebaya lusuh mereka. Padahal sebenarnya, nasib merekalah yang berusaha diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini.

Cara Pasti Menjadi Kaya Raya

Pertanyaan klasik: Apakah setiap insan manusia menginginkan kekayaan? Kalau iya, mengapa tidak semua orang yang menginginkan kekayaan mendapatkan apa yang diinginkannya?
Jika diteliti, maka sikap setiap orang yang menginginkan kekayaan, akan ditemukan satu kesamaan. Yang berhasil menjadi kaya raya tahu apa yang dia mau, membuat perencanaan yang matang, menguasai kapabilitas untuk sukses, memiliki tujuan dan konsep diri yang jelas. Sebaliknya yang lain memburu sesuatu yang tidak jelas. Mereka fokus pada sesuatu nun jauh di sana dan hampir-hampir melupakan tempat berpijaknya sendiri.
Orang-orang yang sukses mendapatkan kekayaan yang diinginkan pada umumnya sangat inovatif, kreatif dan sering merupakan pioner. Mereka membangun fondasi yang kuat di mana mereka berpijak, menyiapkan jalan dan maju meraup apa yang mereka targetkan.

Cara Gampang Meningkatkan Cash Flow

Cash (uang tunai, termasuk uang yang tersimpan di kantor dan dalam rekening bank) adalah harta yang paling cair. Bagaikan darah yang mengalir dalam tubuh kita, cash adalah darah bagi suatu bisnis. Bila cash flow (aliran kas) tersendat-sendat masuknya, dan di lain pihak deras mengalir keluar, maka bisnis akan menjadi insolvence.
Keadaan insolvence dapat terjadi oleh karena berbagai sebab. Tindakan serius harus segera dilakukan sebelum suatu bisnis terperosok dalam kondisi insolvent. Bisnis yang sehat selalu ditandai dengan surplus kas, dan sebaliknya defisit kas menandakan adanya miss-management. Para ahli bisnis percaya bahwa tidak ada bisnis yang merugi kecuali dikelola secara serampangan.
EBITDA (Earning Before Interest Depreciation and Amortization) yang positif tidak selalu memberi kontribusi positif dalam cash flow. Keputusan pembelanjaan kapital yang kurang bijaksana dan tepat sasaran untuk meningkatkan EBITDA akan menyebabkan cash flow negatif. Demikian pula halnya pengelolaan receivable dan payble serta inventory.
Debtor days yang ideal dicapai melewati rangkai panjang, mulai dari saat penawaran diajukan kepada calon debtor, negosiasi termin pembayaran sebagai salah-satu bagian dari persetujuan jual-beli, hingga proses mengirimkan tagihan dan mendapatkan pelunasan ketika setiap invoice jatuh temponya. Tidak kalah pentingnya, perusahaan juga harus mampu bernegosiasi dengan para vendor untuk termin pembayaran yang bagus. Bila memungkinkan mendapatkan termin konsinyasi akan lebih baik lagi.
Salah satu faktor kesuksesan negosiasi dengan pembeli adalah posisi competitive advantage perusahaan itu sendiri. Jika di pasar terdapat banyak kompetitor, pembeli akan cenderung menekan penjual untuk tidak saja menurunkan harga, tetapi juga payment term yang lebih fleksibel buat pihak pembeli. Demikian pula halnya jika perusahaan membutuh material yang sulit diperoleh, maka penjual pun dapat mengendalikan harga dan payment term untuk keuntungan mereka.
Komponen lain adalah pengendalian tingkat inventory, baik dalam bahan baku, barang dalam proses maupun barang jadi. Semakin cepat perputaran inventory semakin banyak pula cash yang dapat dilepaskan ke dalam peralirannya. Ketiga komponen: Receivable, Payable dan Inventory jika dimanage dengan baik akan meningkatkan perputaran uang yang sehat dalam suatu perusahaan.
Sales Dapat Membantu Cash Flow
Seorang sales yang baik adalah negosiator yang baik. Usahakan sistem komisi di perusahaan Anda tidak mendorong para sales menjual untuk mencapai target, tetapi menutup transaksi yang pasti menciptakan profit dan kontribusi positif kepada cash flow. Sebaliknya, ketika perusahaan berada pada posisi pembeli, staf pembelian juga harus mampu melakukan negosiasi yang win-win.

Cara Gampang Mengatur Uang

Banyak orang “malas” atau takut memperhatikan detil keuangannya. Alasannya, nanti tambah pusing. Tambah stress. Atau malah ribut dengan pasangan. Padahal mengatur pengeluaran uang sama pentingnya dengan mendapatkan nya dan juga mimpi-mimpi menjadi kaya raya. Mumpung tahun masih muda, masih tersisa 9 bulanan untuk meningkatkan kecerdasan dan ketrampilan serta kesehatan keuangan Anda dengan mengikuti langka-langkah sederhana dan mudah berikut ini.

(1) Tak Perlu Mencari Kambing HitamSalah satu penyebab orang malas mengatur keuangannya adalah karena tidak ingin ribut dengan pasangan (suami/istri). Suami atau istri merasa bahwa pasangannya terlalu boros, atau tidak dapat diajak bicara soal pengaturan keuangan rumah tangga. Pada tahap yang agak parah, keengganan untuk berbicara soal keuangan dapat menjurus pada saling tidak percaya. Karena itu, sudah saatnya Anda menyelesaikan masalah ini secara dewasa. Setiap orang harus dapat menyetujui bahwa masa lalu adalah masa lalu dan setiap orang bebas untuk maju menyongsong masa depan. Mustahil keuangan dapat diatur secara baik tanpa keterlibatan pasangan dan juga anggota keluarga lainnya, seperti anak-anak, mertua dan lain-lain.

(2) Manfaatkan Kartu Kredit Secara CerdikAnda memiliki kartu kredit? Lebih dari satu? Apakah Anda memperhatikan limit setiap kartu kredit Anda? Apakah limitnya berlipat-lipat lebih besar dibandingkan penghasilan Anda? Misalnya, penghasilan Anda Rp 10 juta, dan limit kartu kredit Anda Rp 10 juta per kartu, sedangkan Anda memiliki 3 kartu kredit, maka kebablasan ketika berbelanja sangat mungkin terjadi. Pada waktu-waktu khusus seperti menjelang hari raya, ulang tahun orang yang dikasihi, dan liburan, orang akan cenderung menggunakan kartu kredit tanpa pikir panjang.
Sebagai ilustrasi saja, katakanlah, Anda kebablasan berbelanja menggunakan kartu kredit hingga melampaui penghasilan bulanan Anda yang Rp 10 juta, maka akan timbul utang pada kartu kredit.
Ketika jatuh tempo, usahakan tetap membayar minimum pembayaran yang ditentukan kalau mungkin di atas ketentuan itu. Namun harap diingat, sisa utang yang tak terbayar akan dikenakan bunga yang besarnya 36 – 48 % pertahun, dan bunga kartu kredit dihitung mulai tanggal transaksi, bukan tanggal tagihan dicetak atau jatuh tempo.
Cara lain yang dapat diupayakan adalah melakukan aplikasi kartu kredit bank lain yang menerima transfer saldo kredit dari kartu kredit bank lain tanpa bunga untuk 6 hingga 12 bulan. Pindahkan tagihan dari kartu kredit lain, tetapi ingat, jangan menggunakan kartu kredit itu sama sekali, dan berusahalah melunasi tagihan yang telah dipindahkan. Namun, kartu kredit dapat menjadi sarana pengatur keuangan jika Anda bijaksana menggunakannya. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakannya untuk belanja bulanan, membeli buku pelajararan, berobat di rumah sakit atau klinik dan lain-lain sebagai ganti uang tunai. Sementara Anda sudah menikmati manfaat barang/jasa yang dibeli, uang tunai Anda di bank akan berbunga selama 30-45 hari. Di samping itu, banyak kartu kredit menawarkan poin yang bila terkumpul cukup dapat ditukarkan dengan voucher belanja.

(3) Buatlah Daftar Belanja Anda
Duduklah bersama pasangan dan anggota keluarga lain, lalu bersama-sama buatlah daftar barang-barang yang akan dibelikan, lalu telitilah mana yang merupakan “keharusan” dan mana “keinginan”. Lingkari yang merupakan “keinginan”. Jika Anda tidak punya uang lebih dan tabungan, coret keinginan-keinginan tersebut dari daftar belanja atau pindahkan ke daftar lain sebagai “wish list”.

(4) Tentukan Berapa yang Dapat Anda Tabung
Alasan yang diberikan oleh orang yang tidak dapat menabung adalah: penghasilannya terlalu kecil, sehingga selalu habis bahkan tidak cukup untuk konsumsi. Tetapi dengan membuat anggaran yang teliti Anda akan mendapatkan uang untuk diselematkan (save) dari: menunda membeli barang-barang yang sekedar memenuhi keinginan (tidak diperlukan). Anda bahkan dapat menabung dengan menghemat pemakaian air, listrik dan telepon. Mengurangi atau berhenti merokok bagi Anda yang merokok dapat menghemat sampai Rp 150 ribu perbulan. Jika hal itu Anda lakukan, maka dalam waktu 10 tahun, uang Anda akan menjadi Rp 42,443,058 dengan asumsi bunga tabungan pertahun adalah 10%.
Tanpa harus cape-cape memikirkan dari mana mendapatkan uang tabungan, dengan disiplin, mulailah menyisihkan 10% dari penghasilan Anda sebelum melakukan pengeluaran, jangan menunggu kalau ada sisa. Maka dengan asumsi penghasilan Anda Rp 1 juta perbulan, maka tabungan Anda adalah Rp 100 ribu perbulan atau Rp 1,200,000 pertahun, dalam waktu 25 tahun Anda akan mengumpulkan Rp 295,491,980. Tetapi jika jika penghasilan Anda naik rata-rata 10% pertahun, maka tabungan Anda 10% dari penghasilan baru pada akhir tahun ke-25 akan menjadi Rp 325,041,178. Bayangkan jika Anda dapat menabung 10 kali lipat dari itu!

(5) Rencanakan Dana PensiunJangan menunda hingga mendekati usia pensiun baru mulai memikirkan dana pensiun. Cara pandang lama seperti anak-anak kita akan menanggung biaya hidup kita setelah memasuki usia pensiun sudah saatnya diubah. Jika Anda ingin ketika pensiun nanti, tidak tergantung pada anak, dan tetap dapat menikmati gaya hidup atau standar hidup yang sama dengan ketika Anda masih memiliki penghasilan tetap, maka mulailah membentuk cadangan untuk itu sedini mungkin.
Sebagai ilustrasi saja, Amin saat ini berumur 34 tahun, ia memiliki waktu 20 tahun hingga mencapai usia pensiun untuk mendapatkan penghasilan. Katakanlah saat ini biaya hidup normal Amin dan keluarga adalah Rp 5 juta perbulan atau Rp 65 juta pertahun (13 bulan), kenaikan biaya hidup diasumsikan rata-rata 10% pertahun, maka untuk menopang gaya / standar hidup yang sama setelah usia pensiun nanti, diperlukan Rp 437,287,500. Berhubung Amin dan istri memperkirakan akan hidup selama 25 tahun setelah usia pensiun, maka dana yang dibutuhkan adalah Rp 6,8 miliar yang berarti ia harus menyisihkan sekitar Rp 95 juta pertahun mulai sekarang! Untuk mengetahui lebih lanjut berapa dana yang harus Anda sendiri sisihkan untuk dana pensiun, mintalah kepada Wealth Manager di bank untuk menghitungkannya. Ilustrasi di atas hanya untuk menunjukkan betapa pentingnya memulai perencanaan pensiun sedini mungkin.