Search This Blog

Showing posts with label NLP TRAINING. Show all posts
Showing posts with label NLP TRAINING. Show all posts

Finish Line

Google Image; modified by this blogger
Cara dan Pendekatan Berbeda
Setiap orang memilih caranya sendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Ada bajing loncat di era aku masih muda dulu, entah sekarang disebut dengan istilah apa?  Ada orang yang terus-menerus berada di tahap start up. Beberapa bulan sebelumnya bertemu di bandara, dia bercerita sedang melakukan perjalanan bisnis bidang tertentu. Tahu-tahu membaca statusnya kalau teman ini sudah pindah ke lain bidang. Memang ada juga sih orang yang aku kenal memilih bidang "tukang mendirikan perusahaan", spesialisnya memang start up, tapi begitu bisnis yang didirikannya mulai mantap, ia jual atau alihkan kepada orang lain.

Frog Into Princess

Add caption
Frog into Princess mungkin bisa kita sebut Pangeran Katak? Adalah buku tentang NLP yang terbit tahun 1979 atau 4 tahun setelah kedua penemunya: Richard Bandler dan John Grinder menerbitkan buku pertama mereka, The Structure of Magic I: A Book About Language and Therapy.

Buku NLP Klasik

Sejak terbitnya The Structure of Magic Volume I; A Book About Language and Therapy pada tahun 1975, entah telah berapa ribu buku yang membahas teori, teknik, model, pola (apapun sebutannya) Neuro Linguistic Programming (NLP) telah diterbitkan. Sejak 2006 saya telah mengoleksi tidak kurang dari 50 buku. Jumlah ini memang agak moderat, namun hal ini disebabkan saya hanya mengoleksi buku-buku yang ditulis oleh guru-guru NLP top class. Banyak kali saya membeli buku bertema NLP dan merasa kecewa, sebab setelah dibaca sekilas, saya tidak menemukan sesuatu hal yang baru, parahnya lagi seperti membaca artikel campuran dari beberapa buku yang telah pernah saya baca.
Dalam page ini saya akan membahas buku-buku NLP yang saya miliki; mulai dengan yang klasik dan kemudian yang terbaru. Tujuan saya adalah menyediakan referensi kepustakaan bagi para praktisi NLP dan yang tertarik saja. Selamat membaca dan silakan tinggalkan komentar, umpan balik dan ulasan untuk melengkapi, terutama yang berguna bagi pengunjung blog ini. Terima kasih
Berikut ini adalah link yang dapat Anda akses untuk menuju dokumen yang ingin dibuka. 

The Structure of Magic Volume I
The Structure of Magic II
Frog Into Princess: Neuro Linguistic Programming


Training Coaching GENIUS at Works

Kepiawaian COACHING semakin dibutuhkan di mana-mana



Karena itu Coaching GENIUS hadir agar Anda yang tidak ingin tertinggal kemajuan dapat segera menjadi seorang coach mumpuni; karier sukses luar biasa hidup semakin bahagia. Bila Anda menggunakan pendekatan coaching di tempat kerja atau bisnis, ketika berkomunikasi dengan bawahan, rekan-rekan dan pihak lain bahkan dengan atasan Anda, komunikasi menjadi mudah dan lancar, tugas menjadi ringan karena setiap orang bisa saling menghebatkan. 

KESEMPATAN MENDAPATKAN KETERAMPILAN YANG SANGAT MEMBERDAYAKAN INI HADIR UNTUK ANDA!

DAFTARKAN DIRI ANDA UNTUK MENGIKUTI WORKSHOP: COACHING GENIUS AT WORK
Hotel Santika Pandegiling atau sederajat
Hari: Sabtu, 26 Agustus 2017 (Pk. 09.00-17.00)

Setelah mengikuti workshop ini Anda akan menguasai keterampilan:
1.     Metode coaching GENIUS; seni dan keterampilan yang dapat diterapkan di tempat kerja, dalam keluarga dan di mana saja Anda berinteraksi dengan orang lain untuk sebuah aktivitas yang bermanfaat.
2.     Membedakan kegiatan coaching dengan counseling; consulting; training
3.     Menguasai keterampilan dan seni mentoring
4.     Keterampilan active listening
5.     Mengaktifkan COACH state, sebuah teknik mengelola emosi yang akan membuat Anda selalu bersumber daya, tenang, berpikir kreatif dan menguasai keadaan. 
6.     Menjadi professional coach, sebuah profesi yang sedang bertumbuh.

INVESTASI:
Invidual: Rp 975.000/participant 
Group   : 3-5 participants Rp 750.000 / participant

INVESTASI DI ATAS SUDAH TERMASUK: 
·       2 x coffee breaks dan 1 kali lunch di hotel berbintang 
·       Voucher senilai Rp 5,000,000 
·       Sertifikat
·       Makalah
·       Buku: Coaching GENIUS at Work, buku panduan
·       Sesi coaching GRATIS
·       Support seumur hidup 

CARA BERPARTISIPASI:
Investasi di transfer ke: 
Rekening  : BCA 
No. Rek    : 398 112 1013
Atas nama: Kok Sui Sian

Silakan membalas email ini dengan mencantumkan dan lampirkan slip transfer
Nama:
Hape:
Email: 

Terima kasih dan sampai berjumpa dalam event ini. 

Salam berdaya sukses bahagia

Erni Julia Kok


-->

Aman Terpercaya Terjangkau


Belajar NLP Bersama

Setelah vakum selama hampir 2 tahun, saya mendapatkan kesempatan berharga menyelenggarakan pelatihan NLP Practitioner Certification angkat 24 di Surabaya pada 23 s/d 24 Februari dan 28 Februari s/d 2 Maret 2014 di Hotel Santika Pandegiling. 

Testimoni peserta angkat 24:

"Materi padat berisi dan to the point serta disampaikan secara menarik sehingga mudah dipahami. Melalui training ini saya dapat mencapai fondasi yang kuat untuk lebih fokus dalam mengeksplorasi, mempraktekkan NLP untuk mendukung pekerjaan dan karir saya, baik yang sekarang maupun rencana-rencana yang akan datang" 
~Jimmy Sudirgo~


"Materi training sangat lengkap, Ibu Erni sangat jelas menyampaikan materi, metode penyampaian terstruktur dan saya suka dengan cerita-cerita yang dibawakan Bu Erni. Goal yang saya set di awal training bisa saya capai."
~Yuti Widyawati~

"Trainer, Bu Erni sangat menguasai materi. Dengan sabar mengajarkan step by step. Feedback yang diberikan selalu positif (tidak pernah mengkritik/menyalahkan). Bisa membawa suasana fun, banyak aktivitas yang menyenangkan. Kesan saya secara keseluruhan very very exciting. Banyak pengalaman baru. Banyak pemahaman lama yang diperbaharui."
~Iwan Wijaya, Cht~

Testimoni para peserta membuat saya menyadari betapa pentingnya dan perlunya menyelenggarakan pelatihan-pelatihan semacam ini. Jujur saja agak sulit mengumpulkan peserta yang secara kebetulan INGIN BELAJAR; MAMPU MEMBAYAR BIAYANYA DAN SEKALIGUS PUNYA WAKTU. Sering terjadi ada calon peserta yang sangat ingin dan siap untuk belajar, namun tidak memiliki waktu. Dan tidak jarang terjadi ada yang punya banyak waktu luang (O boy, what a lucky guy!) namun terhambat oleh berbagai hal lain. 

Akhirnya, saya mau mengalah. Siapa saja yang siap asal terkumpul 3 orang minimal (jumlah yang memadai untuk melakukan praktek dan role plays) kelas jalan...! 

Maka atas permintaan teman-teman yang terhambat untuk mengikuti angkat 24, kita angkatan 25 siap menampung Anda!!! Catat tanggalnya di bawah ini:


Jumat, Sabtu, Minggu, 2,3,4 Mei 2014 pk. 08.00-17.00 WibdanJumat, Sabtu, Minggu, 9,10,11 Mei 2014, pk. 08.00-17.00 WibBertempat di Hotel Santika Premiere, Gubeng, Surabaya(Hotel baru dan lux)









Pelatihan ini banyak plusnya seperti mind mapping goal jangka panjang dan jangka pendek, hypnotic writing resolusi dan afirmasi kesuksesan financial dan segala aspek kehidupan, visualisasi, meditative dance dan tentu saja hypnotherapy dan sertifikat yang diakui di seluruh dunia, tanpa kadaluarsa dan tanpa biaya aplikasi.

Aman karena semua teknik telah teruji. 



Terpercaya karena diendors oleh lembaga sertifikasi NLP University, USA dan nyaman karena Anda dapat mengatur jadwal kegiatan, kelas dengan peserta terbatas dan support seumur hidup serta kesempatan menambah teman. 


Terjangkau biayanya dibandingkan dengan pelatihan-pelatihan selevel lainnya dan juga tersedia kesempatan mengangsur 6 bulan bagi yang memerlukan dukungan ini. 

Info selanjutnya SMS 0811 340 686 atau email: erni.julia@gmail.com

Kuis Indikator Representational System



Apa itu Representational System? Kita dapat melihat seekor gajah dari jarak beberapa meter, tanpa menyentuh, tanpa mencium bau kotorannya dan tanpa mendengar suaranya. Jadi indera penglihatan kita mewakili dan menghubungkan kita dengan si gajah. Bila kita berjalan mendekati gajah tersebut—hingga jaraknya cukup dekat—maka kita dapat mencium bau kotorannya dan juga bau tubuhnya serta mendengar suaranya. Lebih mendekat lagi maka kita akan dapat memegang belalainya dan terakhir jika mau bisa menjilat kulitnya!  

The Structure of Magic Volume II

The Structure of Magic Volume II
A Book About Communication & Change

Part I—Representational Systems—Other Maps For The Same Territory

Orang sering malas membaca kata pengantar (introduction) dari suatu buku, padadal banyak penulis justru menuliskan pokok pembahasan yang membukakan jalan pemahaman bagi  pembaca, demikian pula yang dilakukan Bandler dan Grinder. Pada bagian pengantar mereka mengingatkan tentang topik yang sudah dibahas dalam volume I adalah penggunaan bahasa untuk terapi. Pada volume II mereka mulai dengan membuka cakrawala pemahaman tentang map (peta) yang bukan territory (wilayah) “the map is not the territory.”
     Pada bagian ini pula, penulis memaparkan secara panjang lebar kelima inderawi—representational system, visual, auditory, kinesthetic, olfactory dan gustatory. Dengan indera penglihatan, pendengaran dan perasaan manusia menerima aliran informasi dari wilayah tanpa henti.
     Informasi yang diterima oleh salah-satu kanal input dapat direpresentasikan dalam peta yang berbeda. Misalnya, saat ini Anda mungkin mendengar suara-suara di sekeliling Anda (suara dengung AC, suara kendaraan yang melintas di depan rumah, suara anak-anak bermain dan sebagainya), Anda mampu memunculkan imaji (visual) dari suara-suara.
Membaca The Structure of Magic I ?

Applicable NLP~Self Motivation Skills


Dalam workshop Applicable NLP~Self Motivation Skills seorang peserta bertanya bagaimana caranya supaya tetap bersemangat menjalankan rutinitas?
Jawaban saya (versi saya dan tidak harus benar, namun boleh dipertimbangkan) adalah sebagai berikut:
PT. Transavia Otomasi Pratama Angkatan I

PT. Transavia Otomasi Pratama Angkatan II. 
1. Kendalikan Emosi Negatif
Menjaga pikiran dari emosi negatif tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan. Dengan latihan yang konsisten dan persisten dapat terbentuk habit. Di antara berbagai emosi negatif, kemarahan boleh jadi merupakan kasus terbanyak. Para ahli dan psikolog mengidentifikasi timbulnya kemarahan sebagai pembajakan amigdala. Namanya juga pembajakan, maka seharusnya dapat diadakan pengamanan.
Keterampilan atau kecerdasan emosional lain yang dapat dilatih adalah  kemampuan memisahkan “marah” dari “menjadi marah”. Kita boleh saja marah pada perilaku orang lain yang mengganggu  atau bahkan merugikan dengan memberikan feedbacks kepada pelakunya dengan hati dingin. Jika kita menjadi marah, maka kita tersedot ke dalam pusaran emosi tersebut dan dapat mengganggu keselarasan neurological levels kita. Perilaku, sikap dan kita menjadi tak terkendali.

The Structure of Magic Volume I

1. The Structure of Magic Volume I; A Book About Language and Therapy, oleh Richard Bandler dan John Grinder.
Sampul Buku

Bahasa untuk Terapi
Walaupun judulnya mengandung kata magic, dan bahkan sampulnya pun bergambar seorang pesihir dengan topi tinggi meluncip, jubah hitam lengkap dengan tongkat pesihirnya, tidak berarti buku ini berbicara tentang ilmu sihir, melainkan Grinder dan Bandler hendak menyamakan beberapa terapis hebat yang dimodel mereka dengan pesihir. Menurut kedua "pemuda" (waktu itu), kepiawaian Virginia Satir (Family Therapy), dan Fritz Perls (Gestalt Therapy), seperti magic ketika menyembuhkan dan mengatasi berbagai persoalan klien mereka.

Analisa Pidato Kemenangan Obama

President US Barack Obama
http://www.youtube.com/watch?v=416oyZmugEc
Ketika Barack Obama berkampanye untuk kursi kepresidenan periode 2008-2012, pidato-pidatonya selalu dihiasi satu kata magis “Change”—perubahan! Dengan kata itu ia memesona rakyat Amerika waktu itu. Perubahan tidaklah menjadi agenda setiap orang, apalagi kalau diminta untuk memulainya atas inisiatif sendiri. Tapi bila kata itu diucapkan oleh seorang pemimpin, mendadak semua orang menginginkan perubahan—tentunya dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik. Namun pada pidato kemenangan termin kedua, kata ‘change’ tidak muncul lagi—tidak satu kata pun! Apakah selama empat tahun kepemimpinannya Obama merasa telah selesai melakukan perubahan? Masa sih? Bukankah perubahan selalu terjadi? Tapi mari kita tidak membahasnya di sini, sebab topik kita adalah apakah Obama menggunakan teknik berbicara NLP—seperti yang sering ditanyakan orang-orang kepada saya?
Bagaimana Melatih Para Pelatih? Hubungi kami:
WA: +62 812345 12 896
            Nah, pertama-tama saya ingin memaparkan dulu apa itu Neuro-Linguistic Programming® dengan registered mark dan neuro-linguistic programming huruf kecil. Yang pertama merupakan sebuah intelektual properti yang diciptakan John Grinder dan Richard Bandler kemudian dikembangkan selama 30 tahun oleh sederetan pengembang. Namun NLP bukan ilmu hebat yang bisa membuat pidato Obama memesona. Yang benar adalah Obama menggunakan pendekatan neuro-linguistic (bahasa neurologi) artinya pilihan kata-kata yang ditujukan pada pikiran subconsciousness. Pemilihan kata-kata yang tepat menyebabkan setiap orang merasa bahwa kata-kata itu ditujukan kepada dirinya secara individu.
            Hanya itu sajakah yang membuat pidato Obama hebat? Tentu tidak. Yang paling memegang peranan menurut saya adalah bahasa tubuh dan vocal variety (variasi vokal) yang dikuasainya dengan baik. Ada yang mengatakan sebenarnya Obama tidak suka menghafal transkrip pidatonya, tapi dari bahasa tubuhnya tidak kelihatan sedikit pun bahwa ia membaca dari layar komputer di lectern-nya.
Seperti yang dikemukan para ahli komunikasi dan salah-satunya Prof. Mehberain 55 persen bahasa tubuh, 38 persen suara dan sisanya hanya 7 persen kata-kata merupakan gabungan komunikasi efektif, ini juga yang yang dilakukan Obama. Beberapa frase yang sangat kuat menjadi semakin kuat ketika Obama memberikan tekanan dengan gerakan tubuh, cara ia berdiri, memiringkan tubuhnya ke kanan atau ke kiri, bersandar pada podium atau tegak  dan terutama permainan tekanan, nada, tempo suara.
Susunan pidato yang bagus selalu terdiri dari tiga bagian; pembukaan, batang tubuh dan penutup. Pada detik-detik pertama, Obama menggunakan kata-kata yang mudah dicerna untuk meraup perhatian hadirin. Berbeda sekali dengan model pidato pejabat maupun orang pada umumnya di Indonesia, memulai pidato dengan pengantar yang panjang lebar, Obama langsung memulai dengan mengucapkan ‘thank you, thank you so much’. Setelah itu ia memilih kata-kata yang merangkul dan mempersatukan bangsa Amerika. Ia menggerakkan spirit atau semangat, menghembuskan gelembung-gelembung  impian ke kepala pendengarnya, menerbangkan harapan dan kemudian ia jadikan tenaga pendorong untuk maju ke depan. Menariknya lagi kalimat pertama setelah ‘thank you so much’, Obama mengabungkan masa lampau—sejarah bangsa Amerika yang paling krusial—dengan masa sekarang dan masa depan. [Malam ini, lebih dari 200 tahun setelah bekas koloni ini memenangkan haknya untuk menentukan nasibnya sendiri, usaha-usaha untuk menyempurnakan persatuan kita bergerak maju ke depan.]
            Bagaimana tubuh dan suaranya ketika mengucapkan kalimat di atas? Ia berdiri dengan postur tegap namun sekaligus santai. Ia menggunakan jeda pada momentum yang tepat untuk menambah efek kata-katanya. Ketika ia mengucapkan kata-kata moves forward, ia menoleh ke kanan sementara tangan kirinya bergerak ke arah kiri. Dengan demikian ia meraup hadirin dengan baik. Ia tidak menggerakkan tangan kirinya lebih tinggi dari dagunya dan hadirin dapat merasakan bahwa ‘moves forward’ adalah sebuah proses yang masih harus dijalani, bukan hasil akhir. Hal ini kemudian memang dikatakannya. Ia tidak bergerak ke depan sendiri, …[Bergerak ke depannya disebabkan Anda semua.] Di ujung kalimat ia membiarkan sejenak pendengarnya bersorak dan menyerap kata-katanya.
            Selanjutnya—seperti telah disinggung di atas—ia menggerakkan dan menyatukan rakyat Amerika dengan kalimat-kalimat berikut ini: Bergerak ke depannya disebabkan anda menyatukan kembali semangat yang telah memenangkan peperangan dan depresi, semangat yang telah mengangkat (sepasang tangannya bergerak ke atas seperti sedang mengangkat sesuatu, tidak terlalu menggebu-gebu, sedikit lembut) negara ini dari keputusasaan yang dalam ke pengharapan yang tinggi, keyakinan bahwa setiap diri kita akan mengejar impian masing-masing, kita adalah sebuah keluarga Amerika dan kita bangkit atau jatuh bersama-sama sebagai satu negara dan sebagai satu-kesatuan bangsa.]
            Malam ini, (kata ini menjangkar hadirin untuk kembali memerhatikan apa yang akan dikatanya dan menjadi platform pengharapan) pada pemilihan umum ini, kau, rakyak Amerika (Obama tidak langsung mengatakan ‘the American people’ tapi ia menegaskan ‘you’ lalu jeda sehingga setiap orang dapat merasa menjadi bagian dari momentum penting ini) mengingatkan kita bahwa sementara jalan yang sedang kita tempuh sulit, sementara perjalanan kita sangat panjang, kita memungut diri kita sendiri, kita meneruskan perjuangan, dan kita tahu dalam hati kita semua bahwa United States of America yang terbaik sedang menunggu.(Perhatikan pula bagaimana Obama selalu menggunakan kalimat-kalimat pendek, dan memberi tekanan pada kata-kata yang menginspirasi).
            Bagian berikutnya Obama kembali menyatakan terima kasihnya kepada rakyat Amerika. Di sini sebenarnya ia menyelipkan semacam syair sebagai pemanis dan ia akhiri dengan mengatakan hal yang sangat penting, bahwa ia tidak ‘memusuhi’ para pemilih Romney, lawan politiknya. Seperti kemudian bisa kita simak Obama menyatakan penghargaannya pada pengabdian keluarga Romney kepada negara Amerika dan ia siap bekerja sama untuk memajukan “moves forward” negara Amerika. Di sini ia menggunakan kata mengedepankan negera untuk ketiga kalinya, dalam keseluruhan pidatonya ia mengulang frase ini sebanyak tujuh kali. (…anda membuat suara anda terdengar, dan anda membuat perbedaan.” Jika kita menganalisa kalimat ini dari sudut neuro-linguistic, maka sangat jelas ini adalah kalimat kinesthetic, kata “voice” (auditory) menjadi kehilangan tekanannya. Hal ini dapat dipahami mengingat kemenangan tipisnya, Obama harus mampu menggerakkan emosi rakyat Amerika dan mengorbitkan perasaan puas secara emosional bagi para pendukungnya.
            Obama memuji wakil presiden Joe Biden dan menyebutnya ‘America happy warrior’. Benar atau tidak Obama berpendapat Biden adalah wakil presiden terbaik yang diinginkan setiap presiden, hal itu tidak terdeteksi dari bahasa tubuh atau suara Obama ketika mengucapkannya. Bahkan ia tampil sangat meyakinkan dan itu membuat hadirin menyambut antusias. Sambutan gegap-gempita juga langsung membahana ketika Obama menggunakan kata-kata yang begitu puitis untuk memuji Michele dan kedua putrinya. Jelas ia berhasil membangun citra keluarga yang mengusung nilai luhur Amerika—keluarga yang utuh dan bahagia. Sungguh sebuah pencitraan hebat. [Dan aku tidak akan menjadi orang seperti ini sekarang tanpa perempuan yang setuju menikahiku 20 tahun silam. Biarkan aku katakan di depan umum: Michelle, aku tak pernah mencintaimu lebih lagi seperti aku mencintaimu sekarang. Aku tak pernah sebangga itu terhadapmu menyaksikan seluruh Amerika jatuh cinta padamu, juga, sebagai ibu negara. Sasha dan Malia, di depan mata kami kalian tumbuh menjadi dua wanita muda yang kuat, cerdas dan cantik, persis ibu kalian. Dan saya begitu bangganya pada kalian, sobat-sobat. Tapi aku akan berkata untuk sekarang seekor anjing mungkin sudah cukup.”  
I have never loved you more. Tentunya kalimat ini tidak bisa diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan Google translate. Tapi boleh dicoba. Ini adalah sebuah frase seperti teman saya di Inggris kalau ditanya: How are you? Mereka akan menjawab dengan sarkastis: “Never been better.” Maksudnya “Belum pernah sebaik ini.” Mungkin lebih puitis kalimat Obama diterjemahkan sebagai: “Aku semakin mencintaimu.”
Bagian dari pidato ini memang perlu disampaikan sebagai bagian dari pencitraan dan diperuntukkan bagi telinga kaum hawa. Obama tentunya sadar reaksi dingin hadirin pria. Jika Anda menyaksikan tayangannya di video ataupun di youtube, akan tampak jelas hal ini. Jadi dalam suatu pidato jenis kelamin hadirin juga menjadi faktor penting. Setelah diam sejenak dan membiarkan para wanita menikmati pertunjukannya, Obama melanjutkan pidatonya dan kali ini ditujukan kepada tim kampanye, sukarelawan dan para kaum pria segera berdiri dan melambai-lambaikan bendera kecil mereka.
Kata-kata yang ditujukan kepada tim kampanye dan sukarelawan bukan sekedar ucapan terima kasih. Tapi reward—hadiah yang dapat dinikmati tidak saja oleh kuping melainkan juga oleh hati. Perhatikan di sini pilihan kata-katanya yang saya beri warna: To the best campaign team and volunteers in the history of politics. The best. The best ever. Some of you were new this time around, and some of you have been at my side since the very beginning. But all of you are family. No matter what you do or where you go from here, you will carry the memory of the history we made together and you will have the lifelong appreciation of a grateful president. Thank you for believing all the way, through every hill, through every valley. You lifted me up the whole way and I will always be grateful for everything that you’ve done and all the incredible work that you put in.
Obama—ataupun orang yang ditugaskan menulis pidato ini—sangat teliti memilih kata-kata yang memiliki efek psychologyneurolinguistic yang meninggalkan jejak mendalam. Pertama ia mempersonafikasi setiap anggota tim dan sukarelawan dengan menyebut mereka sebagai tim dan sukarelawan terbaik. Lalu ia menambahkan tekanan dengan pengulangan, yang terbaik, Terbaik yang pernah ada. Setelah itu ia mempersatukan mereka dalam suatu ikatan abadi: Tapi kalian semua adalah satu keluarga. Kemana pun kalian pergi dan apapun yang kalian lakukan, kalian akan membawa kenangan dari sejarah yang telah kita buat bersama ini dan kalian akan dihargai sepanjang umur oleh seorang presiden yang tahu berterima kasih. Pada kalimat terakhir Obama menegaskan betapa pentingnya pekerjaan tim kampanye dan sukarelawan: Anda mengusung saya sepanjang perjalanan mendaki bukit dan menuruni lembah. Semua yang Anda kerjakan itu luar biasa.
Selanjutnya Obama berbicara panjang lebar tentang alasan di balik percaturan politik. Barangkali sedikit pembelaan diri berhubung kampanye kali ini menghabiskan uang terbanyak sepanjang sejarah Amerika. Tapi apa yang dikatakannya tidak akan mendapatkan perhatian seandainya Obama bukan seorang pembicara publik kampiun. Apa yang dikatakannya merupakan klise seandainya vocal variety-nya tidak hebat. Namun ia memberi tekanan suara pada kata-kata yang mewakili harapan, misalnya …same opportunity (kesempatan yang sama). Ia mengatakan seperti memberi pengakuan akan small things that matter (hal-hal kecil yang berarti penting). Obama juga dengan telaten membangun akselerasi dari kata-katanya, menghubungkan hal-hal kecil yang dilakukan tapi membawa dampak besar secara bersama. Politik boleh jadi dianggap kontes ego, tapi Obama mampu menghubung-hubungkan setiap tindakan kampanye politik menjadi tujuan akhir sebuah bangsa adi daya. Sebuah simpul: That’s why we do this. That’s what politics can be. That’s why elections matter. It’s not small, it’s big. It’s important.
            Obama terus berbicara tentang demokrasi. Tentang orang-orang di belahan dunia lain yang berjuang dengan mempertaruhkan nyawa hanya supaya suara mereka didengar, hanya supaya bisa mencoblos dalam pemilihan kepemimpinan politik yang demokrasi. Semuanya itu klise, tapi sekali lagi dengan kalimat pendek-pendek dan jelas, Obama menghipnotis hadirinnya. Dalam negeri ia mengajak rakyat Amerika bergerak ke depan. Berulang-ulang ia menggunakan kata …forward. Ia tidak mengklaim dirinya sendiri superman atau Pemerintah harus berjuang sendiri, Obama mengingatkan: America’s never been about what can be done for us. It’s about what can be done by us together through the hard and frustrating, but necessary work of self-government. That’s the principle we were founded on.
            Ia menaruh klimaks dari pembicaraannya tentang pentingnya kampanye, pemilihan umum, dan demokrasi. Bahwa dengan memilihnya untuk termin pemerintahan kedua membuatnya lebih siap. Namun sekali lagi ia tidak menggunakan kata-kata yang tawar, ia menghubungkannya dengan kisah-kisah dan perjuangan anda… And with your stories and your struggles, I return to the White House more determined and more inspired than ever about the work there is to do and the future that lies ahead. Para pengamat politik dan komentator tentu saja sangat menyukai alinia di atas. Namun bayangkan apa efeknya jika kalimat-kalimat tersebut diubah: And with your vote and support, I return to the White house more prepared and determined and we are ready to work hard to make this country moves forward. Hambar bukan?
            Tampaknya Obama memilih gaya berbicara yang berapi-api, namun ia selalu kembali ke level yang lebih tenang bahkan diam sesaat di setiap akhir alinia. Ia tidak sekedar terdengar berapi-api, tapi ia menyulut kata-kata di akhir alinia sedemikian sehingga hadirinnya merasa terbakar. Setiap katanya seperti ombak yang menghantam cadas berturut-turut dan konstan. Perhatikan ketika ia mengucapkan kata-kata berikut ini dengan kata sambung “or”: It doesn’t matter whether you’re black or white or Hispanic or Asian or Native American or young or old or rich or poor, able, disabled, gay or straight, you can make it here in America if you’re willing to try. Suaranya mencerminkan bahwa setiap golongan yang disebutnya sama pentingnya.
Pola seperti mengalir, terpecah-pecah, berpencaran, puitis, diam yang digunakan Obama mengingatkan saya pada 5Rhythims® dari Gabrille Roth. Pada tahap puitis ia bahkan menyelibkan story telling yang menyentuh perasaan, misalnya ketika ia bercerita tentang seorang anak perempuan yang menderita leukimia. Ia menambahkan efek, setiap orangtua di ruangan itu meneteskan air mata. Nah, siapa yang tidak suka mendengarkan orang bercerita? Apalagi Obama meraih si anak perempuan berumur delapan tahun itu ke hadapan hadirin: “…aku bertemu langsung dengan anak luar biasa itu …” dan “itu bisa saja terjadi pada anak kita sendiri…”
            Mari kita bahas sekarang penutup atau closing speech-nya. Obama mengakhiri pidatonya dengan klimaks yang membahana. Nadanya semakin tinggi, volume suaranya semakin keras dan ia menikmati itu. [Aku yakin kita bisa meraih masa depan bersama-sama sebab kita tidak terpecah-pecah seperti yang disarankan politik kita. Kita tidak sesinis seperti yang diyakini para ahli politik. Kita lebih besar dari kumpulan ambisi pribadi kita, dan kita lebih dari kolektif negara-negara bagian merah dan negara-negara bagian biru. Kita adalah dan selamanya akan menjadi United States of America ini. Dan bersama dengan bantuan Anda dan karunia Tuhan, kita akan meneruskan perjalanan kita menuju ke depan dan mengingatkan dunia bahwa kita hidup di negara paling hebat di seluruh permukaan Bumi. Terima kasih, Amerika. Tuhan memberkati Anda semua. Tuhan memberkati negara-negara bagian bersatu ini.]

Sertifikasi NLP menunjang praktek hypnoterapi



Pertanyaan yang sering saya terima selama ini adalah: Apakah NLP sama dengan Hypnotherapy? Pertanyaan bagus  tetapi saya merasa gamang menjawabnya. Dan saya tidak setuju menyamakan begitu saja NLP dengan Hypnotherapy. Sekali lagi, NLP, (seperti pernah dikatakan Richard Bandler):  Adalah kumpulan metode untuk berperilaku efektif, dan dari kumpulan metode tersebut kemudian terciptalah berbagai teknik, model, pattern, salah-satunya tentu saja Milton Model yang notabene merupakan hypnotherapy).