Mental Pemenang Mental Pecundang

Membentuk Mentalitas Pemenang dengan
pendekatan Outcome Thinking dari NLP

Pemenang adalah orang-orang sukses di bidangnya masing-masing! Namun, pemenang bukanlah orang yang mengalahkan orang lain. Pemenang adalah orang-orang yang melakukan apa yang dilakukannya sebaik-baiknya.
You can stand tall without standing on someone.
You can be a victor without having victims.
Harriet Woods, Politikus dan Aktivis AS.
Maka buku ini bukanlah buku yang lebih baik jika diperbandingkan dengan buku-buku lainnya, melainkan buku yang ditulis sebaik-baiknya. Jika Anda membacanya, Anda akan mendapatkan tip-tip yang baik untuk membangun mental pemenang dan membuat Anda menjadi pemenang sejati di bidang apapun.
The real winners in life are the people who look at every situation with
an expectation that they can make it work or make it better.
Barbara Pletcher, Penulis Buku
Dengan Outcome Thinking satu dari 4 prinsip utama NeuroLinguistic Programming (NLP) buku ini memberikan petunjuk praktis bagaimana membangun mentalitas pemenang sambil meninggalkan mental pecundang dan membuat Anda menjadi seorang pemenang sejati.
Buku ini membantu Anda untuk:
  • Memahami present state (keadaan saat sekarang) dan menentukan desired state (Keadaan yang diinginkan).
  • Membantu Anda memogram ulang neuro (mindset) untuk mengubah perilaku-perilaku negatif  dan membentuk perilaku-perilaku efektif.
  • Sumber motivasi dan inspirasi untuk melakukan transformasi berkesinambungan dari present state ke desired state.
  • Merancang masa depan yang cerah dan penuh keberuntungan karena mampu meninggalkan mental pecundang Anda.
  • Mengungkap rahasia untuk mencapai cita-cita apapun yang Anda inginkan. 

Anda dapat membeli buku ini di toko-toko buku utama kota Anda! Dapatkan sebelum kehabisan! 

Mental Pemenang Mental Pecundang

Pemenang bukanlah orang yang mengalahkan orang lain. Sebab untuk mencapai kemenangan di bidang mana saja, orang harus menjadi yang terbaik dan satu-satunya cara menjadi yang terbaik adalah dengan melakukan yang terbaik. Melakukan yang terbaik dimulai dengan mengenali potensi diri, dan  mengembangkannya guna menciptakan nilai tertinggi. Setelah mencapai nilai tertinggi, pemenang belum akan berhenti, ia terus bertanya: apakah ada cara yang lebih baik lagi? Di puncak pun seorang pemenang harus tetap bermental pemenang, seperti yang ditulis Lao-Zi, filsuf Tiongkok yang hidup lebih dari 2.500 tahun yang lalu.

Bila seorang pemenang ingin selalu berada di puncak,
dia harus rendah hati di hadapan orang lain.
Bila seorang pemenang ingin berdiri di depan,
dia harus meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri.

Pemenang sejati menang tanpa perlu membuat orang lain tertekan
Jika dia berdiri di depan sebagai pemimpin,
orang banyak mengharapkan petunjuknya dan meneladaninya,
dan mereka tak pernah merasa bosan dengan kehadirannya.
Sebab ia tidak mau bersaing dengan orang lain,
maka tak ada seorang pun yang dapat menyaingi prestasinya. 

Namun di dunia nyata kita seringkali menyaksikan pemenang yang tinggi hati, dan mereka tidak menyadarinya. Mereka tiba di puncak dengan menginjak-injak orang lain dan berdiri di depan dengan mengesampingkan orang-orang lain serta meletakkan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang lain.  Terus-terang, situasi persaingan masa kini sering mengecutkan hati saya. Saya takut bersaing di arena yang saya tekuni—bisnis dan pekerjaan serta karir. Saya menyadari bahwa bukan hanya saya saja yang merasakan kekecutan ini. Banyak pula yang meringis terutama karena mereka menjadi tempat pijakan orang lain dan terdorong ke pinggir.
Persaingan tidak selalu melahirkan pemenang sejati. Kemenangan terkadang hanya nikmat sesaat, sebab siapa pun yang menang saat ini, sebentar kemudian dapat saja dikalahkan oleh orang lain. Maka menurut hemat saya, satu-satunya cara untuk menang adalah dengan tidak bersaing dengan siapa pun, “sebab ia tidak mau bersaing dengan orang lain, maka tak ada seorang pun yang dapat menyaingi prestasinya.” Kalimat Lao-tzu di atas mengandung makna yang sangat dalam. Orang yang tidak mau bersaing dengan orang lain meningkatkan prestasinya dengan menciptakan nilai-nilai baru, nilai-nilai tambah.
Jika selama ini Anda menghabiskan banyak tenaga dan waktu untuk bersaing dengan orang lain, bacalah buku ini. Jadilah pemenang tanpa harus bersaing dengan orang lain. Jadilah pemenang tanpa harus mengalahkan orang lain dan jadilah pemenang dengan meninggalkan mental pecundang Anda.
Di balik buku ini
Awal November 2009, saya mengikuti writer camp yang dipandu oleh penulis best seller yang tergabung dalam Writer Schoolen di Cibubur. Selama tiga hari para peserta diajak bertanding—bersicepat—menyelesaikan bukunya. Beberapa penulis hebat sanggup melakukannya, tapi saya hanya sanggup memperbaiki tulisan yang telah ada. Akhirnya saya menyerahkan naskah buku yang pernah diterbitkan untuk kalangan sendiri. Judulnya yang semula The Ultimate Question diganti Mental Pemenang Mental Pecundang. Ketika maju presentasi di hadapan pejabat penting penerbit penting, saya melakukannya dengan buruk. Jika dipertandingkan dengan penulis-penulis lainnya, saya pastilah yang terburuk.
Tiga bulan kemudian naskah tersebut selesai di-layout dan dikirimkan kepada saya. Setelah membacanya, saya merasa sangat tidak puas. Saya tahu, saya dapat menulis buku yang jauh lebih baik saat ini dibandingkan ketika saya menulis The Ultimate Question dua tahun silam. Saya ingin melakukan yang terbaik, lebih baik daripada sebelumnya, maka saya minta kepada pihak penerbit agar memberikan saya waktu satu bulan untuk menulis buku yang sama-sekali baru. Ternyata dalam gudang pengalaman dan penghayatan selama 40 tahun lebih membuat jemari saya lincah menari di atas papan ketik, dalam waktu 34 hari buku ini telah selesai termasuk layout dan pengecekan ulang tiga kali.
Menulis buku ini memperkaya batin saya, membuat saya tak lagi takut melihat, mendengar dan memahami orang lain lebih baik, lebih pintar, lebih segalanya dibandingkan saya. Saya tidak bersaing dan karena itu saya akan memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk menciptakan yang terbaik bagi diri saya dan orang lain. 

    Comments

    1. Luar biasa bu Erni..
      Selamat menggarami dunia lewat tulisan..
      Salam ..

      ReplyDelete
    2. Selamat Bu Erni, saya sudah tidak sabar lagi membaca buku ini. Segera mo cari di Gramed, karena saya juga pengin punya mental pemenang. Melihat buku bu Erni sudah terbit 4 judul jadi ngiri, saya kok belum punya 1 buah pun ya?

      Mohon doanya pengin punya 1 buah judul dulu buat pecah telor, target sih akhir tahun ini bisa pecah telornya.

      Salam sukses, salam buat pemenang.
      ES

      ReplyDelete
    3. Buku ini seakan mengubah saya menjadi "manusia baru".
      Selamat tinggal mental pecundang, karena saya siap melakukan yang sebaik-baiknya untuk menjadi Pemenang.

      Salam hormat,
      Haniel Eko

      ReplyDelete
    4. NLP itu mudah dan memudahkan. Buah pikiran Bu Erni di buku itu semakin memudahkan saya untuk mencapai impian saya. Bermula dari impian yang terstruktur dan mengetahui hasil akhir yang diinginkan, dan membuatnya menjadi lebih mudah ketika dicapai. Perjalanan saya menjadi lebih menyenangkan. Bravo!!

      ReplyDelete
    5. Nuuruzzaman As SidiqiSeptember 25, 2010 at 7:59 AM

      wah bu
      bukunya sangat luar bisaa karena baru saya baca judulnya aja sudah merinding. dan langsung punya sejuta pertanyaan. pokoknya dari a-z semua pertanyaan yg muncul saat baca judul buku ini langsung terjawab semuanya setelah saya membacanya. dari pembangunan mental dan impian pun sudah ibu kupas secara blak2an. Setelah membaca bikin saya juga ingin ikut kelas training NLP tanggal 8 nanti d batam.
      semoga kita bisa berjumpa bu

      pokoknya mantap bu. salam sukses dari saya...!!

      ReplyDelete

    Post a Comment