Yes! I Did It! Tips Mencapai Puncak Prestasi

Anda Sudah di Tahap Mana Hari Ini ?
T

entunya Anda menginginkan banyak hal. Di pagi hari barangkali Anda membuat serangkaian rencana untuk melakukan tindakan. Barangkali Anda sudah lama menginginkan hal-hal di bawah ini. 
  • Menulis—setidaknya—satu halaman.
  • Menelepon prospek yang direferensikan oleh teman.
  • Memiliki tubuh yang ideal dan fit karena itu Anda ingin memulai diet dan berolahraga.
  • Membersihkan meja kerja Anda, menyeleksi file yang sudah bertumpuk-tumpuk.
  • Mempelajari bahasa asing.
  • Mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah melakukan sesuatu untuk Anda; Office Boy yang membersihkan ruang kerja, membuatkan kopi atau orang yang mengantarkan barang belanjaan.
  • Menanam pohon.
  • Membuat blog.
  • Atau keinginan untuk berhenti/mengurangi kebiasaan-kebiasaan tertentu, misalnya mengurangi ketergantungan main game, mengurangi waktu untuk mengecek FB/Twitter, merokok, minuman keras, minuman soda, mengemil, menunda-nunda pekerjaan, mengomel/marah-marah, mengeluh dan sebagainya. 
Tetapi kemarin Anda tidak bertindak. Anda mencari berbagai alasan, Anda merasa sangat sibuk hari itu. Alas!
Bagaimana saya tahu hal ini? Tentu saja! Saya telah berbicara dengan banyak orang tentang hal ini.  Dan ketika saya menemukan gambar ini.


Ketika melihat gambar ini di wall FB seorang teman, saya berkata kepada diri sendiri, “wow, menarik!” Lalu saya teringat pada banyak kasus seperti itu dan saya memutuskan untuk membuat e-book sehingga Anda lebih mudah mengaplikasikannya.  Jika Anda ingin mendapatkan e-book ini, tinggalkan pesan Anda di kotak komentar. 
Terima kasih buat Anda yang telah membaca tulisan ini. Namun ini bukan bacaan, melainkan petunjuk praktis. Jika Anda ikuti petunjuk-petunjuk yang saya sajikan di sini, saya yakin Anda akan sangat surprise, sebab ternyata Anda dapat menyelesaikan banyak rencana, baik yang Anda tentukan secara mandiri maupun yang ditugaskan oleh atasan. Kumpulkan sebanyak mungkin seruan: yes! I did it!


#1
I Know It Is Important,
But I Won’t Do it

A
nda sadar melakukan "hal tersebut" penting, tapi Anda tidak mau melakukannya. Anda ingin menulis minimal satu halaman. Anda buka laptop, jalankan program pengolah kata…halaman baru yang masih kosong tampil di atas layar LCD laptop, namun tidak ada ide yang muncul. Jari-jari Anda tidak menari di atas papan keyboard. Anda berpindah ke browser, buka FB dulu ah. Cek email dulu. Hm…main game sebentar. Waktu berdetik…tik…tik…tik! Sadarkah Anda, sehari hanya terdiri dari 86.400 tik dan +1/3 atau 28.800 tik digunakan untuk tidur? Contoh lain, Anda ingin berolahraga, tapi Anda tidak beranjak dari sofa di depan televisi. Padahal Anda sadar overweight.
Office Boy datang mengantarkan minuman dan Anda ingin mengucapkan terima kasih. Tapi Anda tidak mengatakan apa-apa.
Apapun alasan yang dapat Anda berikan, yang sesungguhnya adalah ANDA TIDAK MAU melakukannya.
Pertanyaan ‘mengapa’ tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan, tapi jika saya meminta Anda membayangkan reward yang akan Anda peroleh dengan beranjak dari tempat duduk Anda dan berolahraga, apakah Anda tertarik? Apakah Anda dapat menghayati masa depan—dalam waktu dekat—tubuh Anda fit dan indah? Apakah Anda senang mendengar komentar atau pujian dari pasangan, teman-teman: “Langsing loh sekarang! Tambah kece.” Apakah Anda dapat merasa nyaman dapat mengenakan baju ketat yang selama ini Anda hindari?
Jika Anda menjawab TIDAK pertanyaan-pertanyaan di atas, renungkan apa akibatnya jika Anda tidak berolahraga? Semakin kegemukan. Tidak menarik dilihat. Sering diejek. Merasa tidak nyaman, susah pula memilih pakaian. Sesak. Kemungkinan terkena serangan jantung, diabetes…hih!
Baiklah, barangkali Anda tidak bermasalah saat ini, namun Anda ingin mencapai prestasi, mengembangkan potensi Anda. Memilki banyak ide yang ingin dapat dibagikan. Pertanyaan yang similar dengan yang di atas: Apakah saat ini Anda dapat menyaksikan diri Anda dengan hasil karya Anda? Apakah Anda dapat mendengar orang lain memuji hasil karya Anda? Apakah Anda merasa puas, merasa sukses dan bangga?
Jika Anda tidak dapat merasakannya, apa konsekuensinya jika Anda tidak menulis buku ini? Menyesal? Kecewa? Malu? Rendah diri?
Apapun yang Anda inginkan: tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apa yang aku lihat, dengar dan rasakan ketika aku melakukan __________ dan berseru: “Yes! I did it!
  •  Apa reward-nya?
atau

  • Apa yang akan terjadi jika aku tidak bertindak?
  • Apa akibat-akibat buruknya? Apa kerugiannya? Apa sanksinya?


Bebaskan kaki Anda! Temukan motivasinya untuk beranjak ke anak tangga berikutnya. Jika reward bukan sesuatu yang Anda tuju, sadari sanksi atau konsekuensi apa yang ingin dihindari dan dengan [menghindari hal-hal buruk yang dapat terjadi jika tidak bertindak] Anda mendapatkan [hal-hal yang disebut reward]. 

#2
Something Stop Me
I can’t do it
S

esuatu—dari dalam—menyetop Anda, makanya Anda merasa Anda tidak dapat melakukannya. 
Anda ingin mengucapkan terima kasih kepada OB yang membuatkan kopi, tapi Anda merasa ia tidak akan peduli. Atau ‘toh sudah menjadi tugasnya, apa gunanya sih, capek deh.’ Kata suara di dalam diri Anda.
Anda ingin belajar bahasa Korea, tapi suara dari dalam diri Anda berkata, “sulit tuh. “ Atau, “buang-buang waktu dan uang saja.”
Anda ingin menanam pohon, tapi sesuatu menghentikan Anda dan mengatakan kepada Anda bahwa Anda tidak punya waktu luang untuk merawat pohon itu.
Anda mengambil catatan nomor telepon prospek yang direferensi oleh teman. Tapi Anda tidak menelepon. Suara di dalam berkata, “rasanya orang ini nggak akan beli asuransi jiwa. Ah, sudahlah, lupakan saja.”
Anda ingin berhenti merokok, tapi Anda takut akan kehilangan kreativitas tanpa rokok. Anda tidak bisa berhenti merokok, lagi pula banyak yang sudah mencoba dan tidak berhasil, kan?
Saya dapat terus memberikan contoh-contoh, tapi saya akan berhenti di sini. Sekarang saatnya Anda berdamai dengan ‘suara-suara di dalam’ dan naik ke anak tangga berikutnya: I want to do it.
  
OK, Anda tidak mau melakukan ini (_________________) lalu apa yang Anda ingin lakukan? Mau tidak mau, sebagai orang dewasa Anda bertanggung jawab atas hidup Anda sendiri. Tidak mungkin bersandar di bahu orang lain selamanya. Jadi putuskan sekarang apa yang ingin Anda lakukan dan lakukanlah!
I want to do it!
I want to do it!
I want to do it!

#3
I have decided that
I want to do it

A
nda bertanggung jawab atas pikiran Anda dan dengan demikian bertanggung jawab atas hasilnya. Keputusan merupakan hasil dari berpikir. Lagi pula kesuksesan sering kali terjadi karena keputusan yang tepat dan keberanian menghadapi konsekuensinya.
Anda harus menyetir pikiran Anda, kalau tidak orang lain akan melakukannya untuk Anda. Begitu kata co-founder NLP Richard Bandler. Nah, setirlah pikiran  Anda untuk memulai tindakan. Action!!!
Akhirnya Anda membuat pilihan yang baik!
Begitu Anda memutuskan untuk bertindak (dan berhenti mendengarkan suara-suara dari dalam) Anda dapat menganalisa situasi dengan pikiran jernih. Anda akan sangat surprise bahwa sebenarnya Anda memiliki kapabilitas yang luar biasa berdaya. Terbukti bahwa apapun yang Anda pikir tentang diri Anda, Anda lebih hebat dari perkiraan semula begitu Anda mencoba sesuatu. menarik bukan?
Dengan pikiran jernih semuanya terlihat jelas, apa yang tadinya disangka sulit ternyata dapat dikerjakan. Jalan yang tadinya dikira buntu ternyata membawa Anda kepada suatu pintu solusi.
Tidak ada yang mudah memang, tapi semuanya mungkin. Ketidakmungkinan mungkin saja terjadi.


Im+possible=Impossible.
Jadi lakukan sesuatu; terutama MEMULAI LANGKAH PERTAMA. Seperti pepatah terkenal “Perjalanan ribuan li dimulai dengan langkah pertama”
Setelah Anda memulai perjalanan kemungkinan besar Anda akan menemui berbagai hambatan. Tiba-tiba Anda terhenti, tapi kali ini penghenti itu datangnya dari lingkungan—faktor eksternal. Maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mengatasi hambatan-hambatan tersebut? Bagaimana melakukannya? Bagaimana menulis yang benar? Bagaimana menelepon prospek yang betul? Bagaimana membuat proposal? Bagaimana berhenti merokok? Bagaimana mengatur jadwal atau “mengadakan” waktu untuk berolahraga?
Jawaban untuk semua pertanyaan tersebut adalah: BElajar…belajar…belajar!!!  

#4
Open to explore and
ask How to do it
B

 elajar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Belajar bukanlah hal baru jika Anda ingat bahwa sejak bayi kita telah belajar.
Belajar mengucapkan kata pertama: mam…mam…papa…mama…!
Belajar meraih benda-benda di sekitar kita dan menggenggamnya dengan jemari kita yang mungil dan gerak motorik kita yang belum sempurna.
Belajar membalikkan badan kita dan telungkup.  
Belajar mengangkat kepala kita. 
Belajar duduk. 
Belajar merangkak.
Belajar berdiri. Belajar berjalan…ya, kita sering kali melakukan kesalahan. Kita terjatuh, tapi kita bangun lagi.
Kita memegang suatu barang, terlepas dan kita berusaha lagi mengambilnya, kalau perlu kita menggigit dengan mulut kita.
Ingat saat-saat kita mulai bersekolah, belajar menulis huruf-huruf. Rasanya sangat berat saat itu. Rasanya terlalu mustahil menancapkan dalam memori kita bentuk-bentuk huruf itu,  tapi pada akhirnya kita menguasainya.
Jadi, cari tahu apa yang perlu dilakukan hari ini untuk mencapai prestasi yang Anda inginkan.


Setiap kali Anda menghadapi tantangan; bertanyalah: Bagaimana aku dapat mengatasinya? Apa yang perlu aku lakukan agar aku dapat menanjak ke anak tangga berikutnya? Bagaimana caranya tiba di tempat tujuan? Jangan pernah sekalipun bertanya: Mengapa aku harus menghadapi situasi seperti ini?
Cari tahu siapa yang dapat dan mau membantu Anda, menjadi mentor atau sponsor Anda. Anda tidak perlu menunggu hingga menjadi expert untuk memulai langkah pertama Anda. Bukankah dulu kita tidak menunggu sampai mampu berjalan baru bereksplorasi ke mana-mana? Kita merangkat atau berinsut mendekati benda-benda yang menarik perhatian kita. Kita belajar dengan penuh rasa ingin tahu.  Cobalah …

#5
i have learnt something today
i’ll try to do it
K

esalahan terbesar dalam hidup ini adalah tidak mencoba melakukan apa yang ingin kita lakukan.
Begitu menginginkan suatu tujuan, kita belajar caranya, kita kuasai pengetahuannya, namun jika kita tidak melakukannya, semua itu akan buyar bagaikan mimpi.
Visualisasikan apa yang dapat Anda lakukan, bagaimana melakukannya. Apa yang terjadi jika Anda telah melakukannya? Atau apa yang akan terjadi jika Anda tidak mencobanya?
Mengatakan aku akan mencobanya berarti kita merelakan diri melakukan kesalahan. Sebab dari kesalahan itu pula kita belajar.
Jika Anda menginginkan orange ranum di atas pohon, Anda perlu mengulurkan tangan untuk memetiknya. Dengan mengulurkan tangan Anda mendapatkan pengetahuan tentang jarak antara jangkauan tangan Anda dengan buah orange tersebut.
Barangkali Anda membutuhkan tangga? Pengait? Jika ya, dari mana Anda mendapatkannya? Meminjam? Dari siapa ya?


Memang tahap I’ll try to do it hanyalah tahap perencanaan, pemantapan diri untuk melakukan sesuatu. Tapi tanpa tahap ini, pembelajaran belumlah sempurna.
Jadi rencanakan dan mantapkan hati untuk mencobanya.  Setelah itu Anda akan tahu bahwa, Anda mampu melakukannya.
Anda tidak akan pernah gagal dengan mencoba. Sebab percobaan mendatangkan hasil dan hasil tersebut adalah feedback (masukan-masukan).
Perhatikan hasil-hasil dari percobaan Anda. Puas? Lanjutkan!
Tidak puas? Ulangi … tapi ingat! Gunakan cara yang berbeda dengan cara-cara yang telah Anda gunakan sebelumnya.
Jadi kesimpulannya: Anda telah mencapai tahap: I CAN DO IT! Anda memercayai diri sendiri—itulah pede!
So…katakan.
 I will do it


#6
Yes! i did it!
Time to Celebrate
A


khirnya! Kata Anda.
Anda layak mendapatkan bintang ยต! Kata saya.
Siapa yang akan memberikan bintang itu? Anda sendiri. Anda perlu merayakan—bersama diri Anda—bahwa, Anda telah melakukan sesuatu, meskipun sepele.
Maka katakan pada diri Anda:
“Aku memberi penghargaan kepada diriku sebab hari ini aku telah memercayai diri sendiri, dan berhasil melakukan _____________________(menyelesaikan laporan lebih cepat/ menyampaikan pendapat atau masukan dalam meeting management/mengucapkan terima kasih dan bersikap sabar/bebas dari rokok/ diet/ berolahraga/ menyelesaikan pekerjaan yang sudah tertunda-tunda/bertanggung jawab/ menemui X yang dihindari selama ini/ menelepon orang yang direkomendasikan teman dan sebagainya.
Ulangi kesuksesan Anda hari ini pasti sangat menyenangkan, bahkan Anda merasa tercandu. Anda semakin menyukai seruan ini: Yes! I did it!
Teruskan! Jadikan kebiasaan. Apapun yang menghentikan Anda, ingat Anda pernah berhasil kemarin-kemarinnya dan katakan:  “Yes! I did it!”
Akhirnya! Saya pun ingin merayakan dan memberi piala kepada diri saya sendiri sebab saya telah selesai menulis e-book ini dan membagikannya dengan Anda. Saya menghargai kemampuan diri saya untuk mudah terinspirasi oleh ide orang lain (yang membuat gambar “Which Step Are You Reach Today”).


Suka artikel ini?
Tinggalkan alamat email Anda di Comment dan saya akan mengirimkan kepada Anda file PDF. 

Comments

  1. Terima kasih Erni....
    sangat bermanfaat...

    ReplyDelete
  2. email saya : keytome88@yahoo.com
    terima kasih ya Bu...
    teruslah berkarya....
    sangat inspiratif dan membantu.

    ReplyDelete
  3. Ok, Bu Lily, saya akan terus menulis. Sebab menulis merupakan kebutuhan untuk mematangkan pikiran, lebih memahami apa yang telah dibaca (kadang dengan mata kadang dengan telinga dan perasaan).
    File PDF akan saya kirimkan. Juga untuk teman-teman yang meminta via wall FB saya. Paling lambat dalam waktu 1 x 36 jam.
    Siapa lagi yang membutuhkan file PDF silakan ajukan email address nya.
    Salam berdaya!

    ReplyDelete
  4. Saya selalu membaca artikel di blog ini. Sangat inspiratif, membantu berproses ke arah lebih baik. Mohon kirim pdf ke antokserean@gmail.com

    Salam berdaya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Antok Serean.
      Wah, senang membaca testimoni kamu, ternyata tdk sia-sia mencurahkan waktu dan pikiran serta tenaga mengetik artikel-artikel, membuat tampilan blog ini semenarik mungkin.

      Salam berdaya untuk sukses

      Delete
    2. akukempoenk@gmail.com

      anda yang telah mempengaruhi saya untuk berbuat seperti ini,,,,,, heheh

      Delete
  5. Senang sekali membaca tulisan2x ibu Erni, memberikan inspirasi dan semangat.
    Terima kasih bu Erni.

    ReplyDelete
  6. Terima kasih bu Riana.
    Silakan mampir sering-sering.
    Salam berdaya selalu.

    ReplyDelete
  7. Tulisan Ibu Erni sangat inspiratif. Tks
    ini email saya helenaniniek@yahoo.com

    ReplyDelete
  8. epi_dh@yahoo.com

    ReplyDelete
  9. terimakasih banyak atas infonya
    email saya : psy_tono@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  10. artikel yg inspiratif. sy minta versi pdfnya ya. mulia_ning_widi@yahoo.com

    ReplyDelete
  11. Very Inspired Bu Erni, Email saya: ivanwirya@mail.com

    ReplyDelete
  12. Terima kasih bu Erni..sangat inspiratif sekali! Blog ini sangat menarik. Mohon kirim ke email saya: srieakafa@gmail.com. Terimakasih.

    ReplyDelete
  13. Salam Kenal Bu Erni sangat bermanfaat banget saya menyukai ini.

    ReplyDelete
  14. Terima kasih Bu Erni,saya sangat bahagia bisa membaca artikel dari Ibu. sangat bermanffaat buat saya.

    ReplyDelete
  15. Terima kasih Bu Erni, sejak pagi saya sudah nyasar ke blog ibu, artikelnya bikin saya tersadar bahwa saya masih jalan ditempat, rencana tinggal rencana dan saya tidak mudah mengaplikasikannya. jadi sedikit curhat ni bu hee.. semoga setelah membaca artikel-artikel ibu, saya bisa lebih berdaya dan lebih baik.

    salam berdaya dan sukses selalu

    taofikm@gmail.com

    ReplyDelete
  16. terima kasih bu Erni, sangat bermanfaat.yudhopur@gmail.com

    ReplyDelete

Post a Comment